Curhat Tijjani Reijnders: Milan Selalu di Hati, tapi Kini Saatnya Kejar Mimpi di Manchester City, Gelandang timnas Belanda, Tijjani Reijnders, membuat sebuah pengakuan jujur terkait kepindahannya pada musim panas lalu. Ia menyebut transfernya ke Manchester City adalah sebuah “langkah maju” dalam kariernya jika dibandingkan dengan saat di AC Milan.
Curhat Tijjani Reijnders: Milan Selalu di Hati, tapi Kini Saatnya Kejar Mimpi di Manchester City
Reijnders bergabung dengan skuad asuhan Pep Guardiola setelah dua musim yang impresif bersama Rossoneri. Transfernya dilaporkan memakan biaya sekitar 70 juta Euro.
Meski demikian, ia mengakui bahwa meninggalkan San Siro adalah sebuah keputusan yang sangat sulit. Ia memiliki ikatan emosional yang kuat dengan semua orang di lingkungan AC Milan.
Pada akhirnya, Reijnders menjelaskan bahwa dari sudut pandang olahraga, tawaran dari Man City adalah kesempatan emas. Sebuah peluang langka yang tidak mungkin bisa ia lewatkan begitu saja.
Sebuah Perpisahan yang Sulit
Dalam wawancara eksklusif dengan Milannews.it, Tijjani Reijnders mengenang momen perpisahannya dengan AC Milan. Ia mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua elemen klub, mulai dari fans, rekan satu tim, hingga staf.
“Sangat sulit untuk pergi dari Milan karena saya punya hubungan yang hebat dengan semua orang di sana,” ujar Reijnders.
Logika di Atas Perasaan
Meski berat secara emosional, Reijnders menilai tawaran dari Manchester City datang di waktu yang tepat. Dari sisi profesional, ia merasa ini adalah keputusan terbaik untuk masa depannya.
“Kemudian Manchester City datang mengetuk pintu. Dan dari sudut pandang olahraga, itu adalah keputusan terbaik bagi saya,” tegasnya.
Pesona Sang Juara Bertahan
Alasan terbesar kepindahan Reijnders adalah dominasi Manchester City dalam beberapa tahun terakhir. Faktor lain adalah keberadaan Pep Guardiola serta kualitas skuad penuh bintang.
“Lihat saja jumlah trofi yang telah mereka angkat dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.
Kereta Emas yang Tak Datang Dua Kali
Akhirnya, Reijnders menegaskan bahwa pilihannya murni demi perkembangan karier. Meski AC Milan selalu ada di hatinya, ia tidak ingin menyesal karena melewatkan kesempatan emas.
Sejauh ini, keputusannya terbukti tepat. Reijnders langsung jadi andalan di lini tengah Manchester City dan mampu beradaptasi cepat di level tertinggi.
“Saya punya banyak perasaan untuk Milan, tapi kereta emas tertentu hanya lewat sekali,” pungkasnya.




