Bursa Transfer BRI Liga 1, persik Kediri kembali menunjukkan komitmen terhadap identitas lokal dalam menyambut BRI Liga 1 2025/2026. Klub berjuluk Macan Putih ini resmi memperpanjang kontrak sejumlah pemain asli Kediri yang selama ini menjadi ruh tim, baik di dalam maupun luar lapangan.
Bursa Transfer BRI Liga 1 2025/2026: Persik Ikat Para Loyalis Lokal Kediri
Nama-nama seperti Faris Aditama, Vava Mario Yagalo, Yusuf Meilana, Bayu Otto, Ady Eko Jayanto, dan M. Khanafi dipastikan bertahan. Mereka dikenal sebagai simbol local pride Kediri sejak Persik promosi ke Liga 1 pada tahun 2019.
Faris Aditama dan Vava Yagalo, Pilar Senior di Skuad Muda
Dua pemain paling senior di daftar ini adalah Faris Aditama (37 tahun) dan Vava Mario Yagalo. Meski usia tak lagi muda, keduanya tetap menjadi bagian penting dalam skuad.
Faris yang dikenal dengan panggilan akrab “Pak Lik“ atau “Om“ oleh rekan-rekannya, masih tampil dalam 11 pertandingan musim lalu, meskipun sebagian besar dari bangku cadangan. Ia adalah bagian dari generasi emas Persik saat menjuarai Liga 2 tahun 2018.
Sementara itu, Vava Mario Yagalo sudah menjadi pemain yang nyaris tak tergantikan musim lalu. Mantan pemain Persikabo ini mulai setia membela Persik sejak musim 2020/2021 dan tampil konsisten di lini belakang.
Pemain Lokal yang Jadi Andalan
Bersama Ady Eko Jayanto, Yusuf Meilana, dan Bayu Otto, mereka menjadi warisan terakhir dari skuad juara Liga 2 yang masih bertahan. Kontribusi mereka tidak hanya dalam bentuk performa di lapangan, tetapi juga dari sisi mentalitas dan loyalitas terhadap klub.
Kehadiran mereka dinilai oleh Presiden Klub, Arthur Irawan, sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan dan semangat tim. Kekuatan lokal inilah yang menjadi fondasi stabilitas skuad Persik selama ini.
Era Baru Bersama Ong Kim Swee
Harapan baru muncul seiring dengan penunjukan Ong Kim Swee (OKS) sebagai pelatih kepala menggantikan Divaldo Alves. OKS dikenal memiliki reputasi baik selama menangani tim nasional Malaysia di berbagai kelompok umur.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Persik serius ingin memperbaiki pencapaiannya di Liga 1. Sejak kembali promosi ke kasta tertinggi pada 2019, klub ini belum pernah benar-benar menembus zona lima besar, meski sudah berganti pelatih sebanyak empat kali.
Arthur Irawan selaku pemegang saham mayoritas klub berharap kehadiran OKS dapat membawa filosofi dan pendekatan baru agar Persik bisa lebih kompetitif di musim 2025/2026.
Kesimpulan
Langkah mempertahankan para pemain lokal Kediri sekaligus mendatangkan pelatih dengan pengalaman internasional seperti Ong Kim Swee adalah bagian dari strategi jangka panjang Persik Kediri. Kombinasi loyalitas lokal dan sentuhan profesional baru diharapkan mampu mengangkat kembali prestasi Persik ke level yang lebih tinggi.




